Selasa, 03 November 2009

AKUNTANSI DIFERENSIAL

AKUNTANSI DIFERENSIAL

· Pengertian Informasi Akuntansi

Menurut Mulyadi dalam bukunya “ Akuntansi Manajemen : konsep, manfaat, dan rekayasa “ (1993,11) mendefinisikan informasi sebagai suatu fakta , data, pengamatan , serta persepsi atau suatu yang lainnya yang menambah pengetahuan. Informasi diperlukan manusia untuk mengurangi ketidakpastian dan selalu menyangkut masa yang akan datang yang mengandung berbagai ketidakpastian dan selalu menyangkut pemilihan berbagai alternatif tindakan yang ada. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam pemilihan alternatif tindakan tersebut.

Informasi akuntansi sebagai bahasa bisnis dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu :

a. Informasi Operasi

Informasi operasi ini merupakan bahan baku untuk mengolah tipe informasi akuntansi yang lain : informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen.

b. Informasi Akuntansi Keuangan

Informasi akuntansi keuangan ini dihasilkan oleh sistem pengolahan informasi keuangan yang disebut akuntansi keuangan.

c. Informasi Akuntansi Manajemen

Informasi akuntansi manajemen ini dihasilkan oleh sistem pengolahan informasi keuangan yang disebut akuntansi manajemen.

· Pengertian Informasi Akuntansi Diferensial

Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan / atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok : merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif yang tersedia. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa depan, maka informasi akuntansi yang relevan adalah informasi masa yang akan datang pula. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut pemilihan alternatif diantara berbagai alternatif yang tersedia, maka informasi akuntansi yang bermanfaat adalah informasi akuntansi yang berbeda diantara tiap-tiap alternatif yang akan dipilih.

Informasi akuntansi diferensial terdiri dari aktiva, pendapat, dan / atau biaya informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya diferensial ( diferensial Revenues ), sedangkan yang bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva diferensial ( diferensial assets ).

· Manfaat Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan

a. Membeli / Membuat Sendiri

Keputusan membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen terutama dalam perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang memproduksi berbagai jenis produk.

b. Menjual / Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk

Dalam pengambilan keputusan macam ini, Informasi akuntansi diferensial yang diperlukan oleh manajemen adalah pendapatan diferensial dengan biaya diferensial jika alternatif memproses lebih lanjut dipilih.

c. Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu.

Dalam mengahadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang mengalami kerugian tersebut.

d. Menerima / Menolak Pesanan Khusus.

Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesana khusus, informasi akuntansi diferensial yang relevanadalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Jika pendapatan diferensial ( yaitu tambahan pendapatan dengan diterimanya pesanan khusus tersebut ) lebih tinggi dibandingkan dengan biaya diferensial ( yaitu tambahan biaya karena memenuhi pesanan khusus tersebut maka pesanan khusus sebaiknya diterima ). Di lain pihak, jika pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan dengan biaya diferensial, maka pesanan khusus sebaiknya ditolak.

· Informasi Akuntansi Diferensial Yang Relevan Dalam Pengambilan Keputusan Menerima / Menolak Pesanan Khusus

Istilah biaya relevan seringkali disamakan dengan biaya diferensial. Hal ini tidak benar. Istilah relevan mempunyai pengertian berhubungan dengan sesuatu. Suatu biaya disebut relevan jika biaya tersebut berhubungan dengan tujuan perekayasaan biaya tersebut. Jika manajemen bermaksud mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu, maka ia mengumpulkan biaya produksi sesungguhnya yang telah dikeluarkan untuk produksi dalam bulan yang bersangkutan. Biaya produksi sesungguhnya tersebut merupakan biaya relevan karena sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pengumpulan informasi biaya tersebut. Menurut defenisinya, biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinilai dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, untuk mencapai tujuan tertentu. Per defenisi, dengan demikian tidak ada satupun biaya yang tidak relevan, karna setiap biaya memeng direkayasa untuk memenuhi tujuan tertentu.

Biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan disebut dengan istilah yang lebih tepat : biaya diferensial. Karena pengambilan keputuysan selalu menyangkut pemilihan alternatif masa yang akan datang, dan untuk dapat melakukan pemilihan pengambil keputusan harus dapat membedakan dianatara alternatif tersebut secara unik disebut dengan istilah informasi akuntansi diferensial. Oleh karena itu, istilah biaya diferensial berbeda pengertiannya dengn biaya relevan, karena istilah biaya relevan adalah istilah yang umum, yang tidak selalu berhubungan dengan pengambilan keputusan.

· Penggolongan Biaya

a. Biaya difernsial versus biaya relevan

Biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan disebut dengan istilah yang lebih tepat : biaya diferensil. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut pemilihan alternatif masa yang akan datang, dan untuk dapat melakukan pemilihan pangambil keputusan harus dapat membedakan diantara alternatif yang tersedia, maka informasi yang relevan adalah informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang akan dipilih.

b. Biaya keluar dari kantong ( out-of-pocket-cost )

Biaya keluar dari kantong merupakan salah satu elemen biaya diferensial, namun biaya diferensial tidak hanya terbatas pada biaya keluar dari kantong saja. Dalam pengambilan keputusan tertentu biaya tidak hanya mencakup biaya keluar dari kantong saja, namun mencakup pula biaya kesempatan.

c. Biaya kesempatan ( opportunity cost )

Biaya kesempatan adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Biaya kesempatan merupakan slah satu elemen biaya diferensial, naman biaya diferensial tidak terbatas pada biaya kesempatan saja. Biaya diferensial mencakup pula biaya keluar dari kantong disamping dalam pengambilan keputusan tertentu, biaya diferensial mencakup pula biaya kesempatan.

d. Biaya Tambahan ( Incremental Cost )

Biaya tambahan ( Incremental Cost ) suatui alternatif adalah tambahan biaya yang akan terjadi jika suatu alternatif yang berkaitan dengan perubahan volume kegiatan yang dipilih. Biaya tambahan merupakan informasi akuntansi manajemen yang diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan penambahan dan pengurangan volume kegiatan. Karena biaya tambahan merupakan tambahan biaya yang berhubungan dengan suatu alternatif, maka biaya ini sesungguhnya berasal dari pengertian biaya diferensial. Biaya tambahan merupakan jumlah semua biaya diferensial yang berhubungan dengan suatu alternatif yang berkaitan dengan penambahan atau pengurangan volume kegiatan.

e. Biaya Diferensial Versus Biaya Depresiasi

Depresiasi merupakan alokasi secara periodik harga pokok aktiva tetap yang diperoleh pada waktu lampau. Depresiasi adalah berasal dari keputusan penanaman modal jangka panjang. Jika keputusan penanaman modal telah dilaksanakan dan aktiva tetap telah dibeli, biaya depresiasi yang kemudian terjadi ditentukan dengan mempertimbangkan umur ekonomis aktiva tetap tersebut dengan metode depresiasi yang dipilih oleh manajemen, Depresiasi berhubungan erat dengan pengambilan keputusan jangka panjang dan hanya dipengaruhi pada saat keputusan penanaman modal diambil. Dalam pengambilan keputusan jangka pendek biaya depresiasi bukan merupakan biaya diferensial dan dapat diabaikan.

· Penggolongan Informasi Akuntansi manajemen

Informasi akuntansi manajemen sangat bermanfaat bagi manajemen terutama pada tahap penganalisaan konsekuensi setiap alternatif tindakan yang mungkin ada dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Informasi akuntansi manajemen dibagi menjadi tiga jenis yaitu : ( Supriyono : 1989 : 7 )

1. Informasi Akuntansi Penuh

Informasi akuntansi penuh mencakup informasi mengenai biaya, pendapatan, dan aktiva, Informasi akukntansi penuh dapat mencakup informasi histories dan informasi masa depan. Informasi akuntansi penuh yang bersifat histories bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan pada pihak luar ( eksternal ), analisa kemanmpuan untuk menghasilkan laba.

2. Informasi Akuntansi Pertanggung Jawaban

Akuntansi pertanggung jawaban masa depan digunakan dalam proses perencanaan yang dinamakan penyusunan anggaran. Catatan akuntansi pertanggung jawaban historis suatu pusat pertanggung jawaban adalah suatu unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab atas unitnya.

Informasi akuntansi pertanggung jawaban masa depan digunakan dal;am proses perencanaan yang dinamakan penyusunan anggaran. Catatan akuntansi pertanggung jawaban historis suatu pusat pertanggung jawaban digunakan untuk menganalisis prestasi manajer pusat pertanggung jawaban yang bersangkutan dan sekaligus memotivasi manajer tersebut untuk melakukan tindakan koreksi atas penyimpanan atau prestasi yang tidak memuaskan.

Penerapan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan jangka pendek.

Arti jangka pendek dalam hal ini adalah keputusan yang diambil hanya berlaku selama jangka waktu kurang dari satu periode akuntansi ( satu tahun ), baik kegunaannya maupun pengaruhnya untuk hal tersebut. Dalam pengambilan keputusan jangka pendek meliputi empat macam keputusan yaitu : ( Mas’ud Machfoedz ) : ( 996 : 359 )

1. Menjual atau memproses lebih lanjut ( Sell Or proses Further )

2. Kombinasi Produk ( Produk Combination )

3. Membeli dari luar atau membuat sendiri ( Make Or Buy Decision )

4. Menghentikan atau Melanjutkan produksi produk tertentu ( Stop Or Continue Product Line )

5. Menerima atau menolak pesanan khusus ( Special Order Decision )

Pesanan khusus merupakan pesanan yang diterima oleh perusahaan diluar pesanan reguler atau tetap perusahaan,dimana pemesanan reguler atau tetap adalah pesanan yang dibebani tugas untuk menutupi seluruh biaya tetap yang akan terjadi dalam tahun anggaran ( Mulyadi : 1993 : 365 )

Adapun kriteria pesanan khusus sebagai berikut :

1. Biasanya konsumen yang melakukan pesanan khusus ini meminta harga dibawah harga jual normal bahkan sering kali harga yang diminta konsumen berada dibawah biaya penuh, karena biasanya pesanan khusus mencakup jumlah yang besar dan harga jualnya diatas biaya variabel.

2. Ada kapasitas produksi atau mesin yang belum seluruhnya terpakai atau menganggur dan masih mampu untuk melayani pesanan khusus.

Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu fakta, data, observasi, persepsi, atau sesuatu yang lainnya yang menambah pengetahuan. Dari sudut sistem informasi perlu dibedakan antara definisi data dan informasi. Data adalah fakta-fakta dan gambaran-gambaran yang belum dapat digunakan dalam proses pembuatan keputusan. Ditinjau dari suatu sistem informasi, Informasi adalah data yang sudah diolah sehingga siap digunakan untuk membuat kesimpulan, atau argumen, atau peramalan, atau keputusan, atau tindakan. Pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang, yang mengandung ketidakpastian, dan selalu menyangkut pemilihan suatu alternatif tindakan diantara sekian banyak alternatif yang tersedia. ( Mulyadi : 1993 : 11 )

· Peranan Informasi Akuntansi Dalam Pengambilan Keputusan

Informasi akuntansi bukan satu-satunya jenis informasi diferensial yang digunakan dalam pembuatan keputusan. Dengan kata lain, informasi akuntansi hanya merupakan salah satu informasi diferensial yang harus dipertimbangkan. Jika manajer memilih salah satu alternatif diantara berbagai alternatif penyelesaian masalah maka sebenarnya dia menghadapi resiko, karena alternatif yang dipilih tersebut mungkin bukan alternatif terbaik atau bahkan alternatif tersebut mungkin tidak dapat memecahkan masalah yang ada.

Pembuatan keputusan mempertimbangkan informasi yang sifatnya subyektif dan informasi yang sifatnya obyektif. Informasi subyektif adalah informasi yang diberikan oleh pihak tertentu atas dasar pengalaman dan intuisinya. Informasi subyektif fungsinya sebagai suplemen informasi objektif. Informasi objektif adalah informasi yang disusun atas dasar teknik-teknik yang logis atau oleh pihak yang ahli. Informasi akuntansi merupakan salah satu informasi objektif sehingga informasi akuntansi dapat menambah pengetahuan penmbuat keputusan dan dapat mengurangi resiko. Informasi akuntansi yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan minimal harus mempunyai tiga karakteristik penting sebagai berikut :

1. Diferensial

Bahwa informasi akuntansi harus dapat digunakan dalam mempertimbangkan masalah-masalah khusus atau keputusan-keputusan yang dihadapi manajemen. Untuk memperoleh informasi yang diferensial diperlukan biaya, sehingga informasi diferensial erat kaitannya dengan konsep biaya-manfaat berarti bahwa manfaat informasi harus lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk memperoleh informasi.

2. Tepat Waktu

Bahwa informasi diferensial tersebut harus dapat disajikan tepat waktu. Informasi yang terlambat disajikan dapat berakibat menjadi usang sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan keputusan karena kesempatan yang ada sudah tidak dapat dimanfaatkan.

3. Teliti

Merupakan salah satu karakteristik penting karena informasi yang tepat waktu sering kali mengabaikan ketelitian informasi sehingga tidak banyak manfaatnya untuk pembuatan keputusan. ( Supriyono, 270-271 )

· Tahap-Tahap Proses Pengambilan Keputusan

Untuk pembuatan keputusan digunakan teori keputusan ( decision theory ). Teori keputusan merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan proses pembuatan keputusan. Sesuai dengan teori keputusan, proses pembuatan keputusan dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Pentahapan ini bermanfaat untuk menganalisis masalah secara masuk akal. Tahap-tahap proses pembuatan keputusan adalah :

1. Penentuan masalah

Semua kegiatan proses pembuatan keputusan tergantung pada penetuan masalah. Tahap ini merupakan tahap yang paling sulit dari keseluruhan proses pembuatan keputusan. Manajemen harus dapat mengidentifikasi secara jelas masalah yang dihadapi. Jika mereka tidak dapat mengidentifikasikannya maka mereka mungkin harus menggunakan banyak waktu dan untuk menemukan lebih dulu masalah yang harus dipecahkan dan untuk memperoleh informasi yang ternyata tidak diferensial dengan masalah yang sesungguhnya dihadapi.

2. Identifikasi Alternatif Pemecahan Masalah

Setelah penentuan masalah, langkah berikutnya adalah identifikasi alternatif pemecahan masalah. Pada langkah ini, untuk membuat keputusan yang efektif, manajemen harus mengidentifikasi berbagai macam alternatif yang mungkin dipilih untuk menyelesaikan masalah. Identifikasi alternatif pemecahan masalah memerlukan gagasan dan inovasi yang berani dan kreatif. Manajemen harus mengabaikan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang jelas tidak mungkin dilaksanakan sehingga waktu dan biaya untuk menganalisis dapat dihemat.

3. Mengumpulkan Informasi Diferensial

Pembuat keputusan memerlukan berbagai macam informasi yang dapat membantunya untuk membuat keputusan. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam organisasi atau dari luar organisasi. Hanya informasi diferensial yang harus dikumpulkan dalam rangka pemilihan alternatif. Informasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman atau menurunkan resiko ketidakpastian atas alternatif yang mungkin dipilih.

Informasi diferensial dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

1. Informasi yang dapat diukur secara kuantitatif

2. Informasi yang tidak dapat diukur secara kuantitatif

Didalam menganalisis setiap alternatif keputusan, pembuat keputusan harus menganalisis keunggulan dan kelemahan setiap alternatif atas dasar informasi diferensial yang dapat diukur secara kuantitatif maupun yang tidak dapat diukur secara kuantitatif.

4. Pembuatan Keputusan

Jika masalah telah ditentukan, alternatif pemecahan masalah telah diidentifikasikan, dan informasi diferensial telah diseleksi, maka langkah berikutnya adalah pembuatan keputusan. Dalam pembuatan keputusan tersebut tidak hanya diperhitungkan variabel tunggal tetapi harus dipertimbangkan berbagai macam variabel yang mendominasi masalah tersebut, jadi harus menggunakan kriteria interaksi banyak variabel. ( Supriyono, 268-269 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar